Berpergian dengan Bayi yang Baru Lahir

Sebelum Luna lahir, saya dan Papi nya memang sudah jauh berencana untuk mengajak Luna melihat Oma dan Opa-nya di Jerman. Selain berniat mempertemukan Luna dengan Oma dan Opa-nya yang sudah tidak mudah untuk melakukan perjalanan jauh melihat Luna di Indonesia, saya juga bisa tinggal di Jerman lumayan lama untuk menghabiskan waktu cuti hamil yang saya dapatkan dari perusahaan tempat saya bekerja. Reaksi orang-orang sekitar saya waktu itu? Heboh! Panik! Dengan komen-komen seperti:

  • Memang boleh bayi 5 minggu diajak berpergian jarak jauh?
  • Aduh, masih kecil, kasihan.
  • Nanti nangis di pesawat, kan gak enak sama orang lain?
  • Nanti kalau telinganya sakit bagaimana?
  • Repot kan? Bawa baby sitter?
Berpergian dengan bayi yang baru lahir

Luna berumur 5 minggu saat pertama kali berpergian jarak jauh.

Bayi siapa, yang heboh siapa? Pastinya sebagai orang tua, kita selalu ingin yang terbaik buat anak-anak kita. Artinya kalau sampai orang tuanya sudah memutuskan untuk mengajak sang bayi untuk berpergian, mereka sudah mempersiapkan secara matang hal-hal yang diperlukan.

Yuk kita lihat bersama apakah pernyataan-pernyataan diatas masuk akal atau tidak.

  • Kapan bayi boleh diajak berpergian jarak jauh?

Jawabannya adalah, tergantung dari kondisi bayi masing-masing. Bayi yang dikategorikan sehat (tidak memiliki kelainan atau penyakit) dan kuat biasanya sudah boleh berpergian di usia 10 – 14 hari. Perusahaan penerbangan mempunyai aturan khusus mengenai umur minimum bayi untuk terbang dengan pesawat mereka. Artinya, hal tersebut sudah dipikirkan matang-matang oleh mereka dan sudah dikaji oleh para ahli. Jadi, sebaiknya kita tidak membuat teori sendiri mengenai kapan usia bayi boleh berpergian dengan pesawat.

  • Bayi menangis di pesawat akan menggangu orang lain.

Jujur saja, hal ini benar adanya. Bayangkan kalau kita diposisi orang lain dan mendengar bayi menangis di dalam pesawat, padahal waktunya buat tidur atau istirahat. Kesal tidak? Kesal dong.

Tapi, apakah kita marah kepada bayinya atau kepada orang tuanya? Kalau pola pikir kita masih normal, pasti kalian menjawab, TIDAK. Karena akal sehat kita mengatakan bahwa, bayi adalah bayi. Seorang bayi tidak punya cara lain untuk berkomunikasi melainkan dengan cara menangis. Jadi tidak usah khawatir, selalu berfikiran positif. Bayi menangis itu normal dan orang lain pasti bisa memaklumi kondisi tersebut.

Biasanya yang menghambat adalah diri kita sendiri. Seperti malu dilihatin orang lain. Kok malu? Anak nangis normal loh. Jangan malu dong mama 🙂

Semakin kecil usia anak, semakin mudah kita menangani anak tersebut pada saat perjalanan. Karena waktu anak masih banyak dihabiskan untuk tidur dan masih belum bisa berjalan atau berlari kemana-mana.

  • Kalau telinga bayi sakit bagaimana?

Biasanya komen-komen ini saya dapatkan dari generasi orang tua saya. Saat ini teknologi pesawat sudah lebih maju dibandingkan 20 tahun lalu. Pesawat terbang dibuat senyaman mungkin agar tekanan udara tidak berubah terlalu drastis. Selain itu sekarang sudah tersedia tutup telinga (ear muffs) yang diperuntukkan untuk bayi. Jadi tidak perlu khawatir lagi ya mama.

  • Repot

Hellooohhh.. punya bayi ya memang repot, get used to it! Terkadang mama-mamanya yang lebih repot dan heboh menyiapkan apa yang perlu dibawa. Jadi bukan karena travellingnya yang bikin repot ya. Travelling kan bukan pindah rumah, jadi bawa saja hal-hal yang dianggap perlu. Sebagai catatan, apabila mama masih menyusui, maka travelling akan jadi lebih mudah. Karena tidak perlu membawa botol susu dan termos kemana-mana.

Terus nanti gimana kalau gak ada baby sitter? Nanti siapa yang mengurus bayinya?

Ayo Mama, jangan manja. Anak kan anak kita ya. Kok jadi ketergantungan sama baby sitter? Kok jadi baby sitter yang mempengaruhi jadwal liburan kita?  Mari kita berfikir smart and independen. Mama dibantu oleh papa bisa kok mengurus bayi bersama. Say bye to baby sitter for family holiday!

Antara mudah dan tak mudah membawa bayi untuk berpergian jarak jauh. Berikut tips dari Mami Luna agar perjalanan dengan si kecil bisa nyaman dan menyenangkan:

Hindari stress saat berpergian dengan bayi

Apabila waktu berpergian lebih dari 12 jam, pilih penerbangan dengan dengan transit minimum 2 jam. Jadi Mama dan Papa bisa relaksasi sambil ngopi-ngopi santai.

Ear Muff untuk bayi

Ear Muffs untuk bayi sekarang sudah tersedia untuk melindungi pendengaran pada saat penerbangan.

DOs:

  1. Konsultasi ke dokter anak, apakah bayi cukup sehat dan kuat untuk dibawa berpergian jarak jauh.
  2. Rumus jumlah koper untuk dibawa:
    • untuk check-in: Setiap 1 orang penumpang (termasuk bayi), maksimum 1 koper ukuran medium/sedang
    • Hand luggage: Maksimum 1 koper kecil ukuran cabin per penumpang diatas 12 tahun.
    • Untuk bayi, siapkan tas bayi ukuran cabin yang bisa memuat perlengkapan bayi selama perjalanan. Lihat artikel selanjutnya: Barang wajib yang harus dibawa saat berpergian dengan bayi.
    • Stroller yang mudah dibuka dan dilipat. Baca: Memilih Stroller untuk Bayi
  1. Membawa 1 baby carrier.
  2. Saat memesan tiket, minta tempat duduk di paling depan dan dekat dengan toilet. Apabila mama dan papa berpergian di kelas ekonomi, selalu memesan tempat duduk di lorong dan bukan di bagian jendela untuk memudahkan akses keluar masuk dan tidak mengganggu penumpang lain. Dan jangan lupa meminta keranjang bayi agar bayi kita bisa tidur dengan nyaman di dalamnya.
  3. Pilih penerbangan malam hari apabila berpergian diatas 6 jam.
  4. Pilih penerbangan yang mempunyai reputasi baik, kids friendly– dimana para pramugarinya siap untuk membantu mama dan papa untuk menangani bayi saat penerbangan.
  5. Pilih penerbangan yang mewajibkan bayi memakai sabuk pengaman tambahan. Tidak semua penerbangan menyediakan sabuk pengaman tambahan untuk bayi. Mami Luna mengalami sendiri masalah ini ketika berpergian dengan ANA & ASIANA. Ketika kami meminta sabuk pengaman, ternyata peraturan perusahaan mereka tidak mewajibkan bayi memakai sabuk pengaman tambahan. Jadi bayi hanya digendong oleh mama/papanya. Rasanya kesal waktu mengetahui bahwa mereka tidak menyediakan sabuk pengaman buat Luna yang masih dibawah 1 tahun. Kalau terjadi benturan hebat, pastinya kekuatan tangan manusia tidak bisa menahan bayi tetap berada digendongan kita. Sehingga resiko terlepas cukup tinggi. Untungnya waktu itu Mami Luna membawa baby carrier. Jadi disepanjang perjalanan Luna selalu ada di pelukan Mami Luna.
  6. Untuk mama, pilih tas stylish yang bisa dibawa di bahu, bahan yang mudah dibersihkan dan ringan dan berukuran sedang/besar
  7. Untuk mama, pilih sepatu flat/sneakers/wedge untuk kenyamanan berjalan sambil menggendong bayi. Maximum jumlah sepatu/sandal yang boleh dibawa adalah 2 pasang.
  8. Apabila jarak perjalanan lebih dari 12 jam. Pilih penerbangan dengan transit 1x dengan jarak waktu minimum 2 jam. Fungsinya adalah:
    • Memberikan ruang udara yang baru untuk bayi.
    • Bisa membawa bayi ke nursery room agar bisa dibersihkan dengan baik, dilap dengan air hangat dan mengganti baju dan popok sekali pakai agar bayi tetap segar.
    • Memberikan mama dan papa waktu relaksasi. Gunakan waktu untuk window shopping di area airport,  duduk di café dan memesan minuman favorit atau sekedar membuka internet dengan wifi gratis.
    • Memberikan waktu untuk mama dan papa mempersiapkan keperluan bayi untuk penerbangan selanjutnya.
  9. Berikan bayi susu saat pesawat mulai bergerak dan bersiap-siap untuk tinggal landas/take-off. Dan berikan pada saat pengumuman bahwa pesawat akan mendarat/landing.
  10. Jangan lupa membawa pacifier/empeng bayi. Bisa membantu menenangkan mereka saat menangis.
  11. Bawa 1 mainan favorit bayi untuk dimainkan.
  12. Membawa pompa susu elektrik. Banyak yang bilang, pompa susu elektrik berisik, takut menggangu orang lain. Percayalah, didalam pesawat suaranya akan kalah dengan suara dengungan pesawat. Jadi daripada tangan pegal, gunakan yang mudah, pompa elektrik.
  13. Gunakan popok bayi sekali pakai. Sebagian mama ada yang memakai popok yang dicuci. Untuk travelling, tidak direkomendasikan. Jangan repotnya ditambah sendiri ya.
  14. Pegang popok bayi setiap jam dengan cara meraba dari luar (tidak perlu dibuka di toilet). Apabila tebal dan penuh baru pergi ke toilet untuk mengganti popok bayi.
  15. Peran Papa sangatlah penting. Minta komitmennya untuk menjadi partner mama saat travelling.
  16. Berprilaku positif dan easy going. Selalu mencari solusi untuk setiap permasalahan.

DON’Ts:

  1. Membawa tas/koper melebihi rumus di atas. Selain merepotkan, juga memakan banyak tempat didalam kabin pesawat.
  2. Travelling dengan stiletto, apabila menggendong bayi dapat beresiko tersandung/jatuh.
  3. Membawa stroller besar yang susah dilipat.
  4. Perfeksionis. Mama pasti mau yang terbaik untuk bayinya. Tapi saat berpergian sebaiknya mama bisa menjaga ekspektasi. Misalnya: tidak mau mengganti popok bayi di toilet karena nanti kotor. Ya namanya juga toilet bersama, jadi tidak bisa sesuai dengan standar kita. Jadi kalau toilet kotor, panggil pramugarinya untuk membersihkan toilet dan kemudian jangan lupa dilap dengan tisu disinfektan sebelum meletakkan bayi diatas tempat ganti.
  5. Mudah stress. Santai saja. Banyak mama-mama lain yang berpergian bersama dengan bayi mereka. Kalau mereka bisa, kenapa kita tidak? 🙂

Jadi, siap berpergian dengan bayi kita?

4 thoughts on “Berpergian dengan Bayi yang Baru Lahir

  1. Fitri Santi says:

    Artikel jempolan ini. Meng-endorse mama2 spy ga takut dan ragu ngajak baby travelling. I did it even berdua baby aja without partner 😣 Doable kok. Deg2an pastinya apalagi ini pertama kali bawa baby yg wkt itu baru 4 bulan naik pesawat untuk jarak tempuh yg lumayan, 7 jam. Pokoknya banyak2 berdoa mudah2an lancar hehehe. Tp ini membantu spy lebih tenang dan santai. Jujur aja tahu luna sering bepergian jarak jauh sejak dini membantu membulatkan tekad aku wkt consider ngajak baby travelling apa engga. Dan banyak baby lain juga ga masalah kok diajak pergi2 sejak usia dini. Jadi ga ragu lagi. Thanks mami luna

    Like

    • liakurtz says:

      Hallo Mama Isyana, iya, pastinya sebagai mama wajar kalo deg deg an (apalagi anak pertama ya.. Haha). Tapi setelah menjalani, doable banget kan? Asal kita relax dan positif, pasti bisa. Have fun for the next long trip 😉

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s