Memilih Stroller Bayi

Sebagai mama-mama stylish, baik yang mainstream dan anti-mainstream, pasti topik pemilihan stroller sangatlah penting. Tanpa kita sadari saat ini stroller adalah salah satu perlengkapan bayi yang bisa menunjukkan status sosial seorang mama. Selain bisa menunjukkan bahwa bisa membeli stroller dengan harga yang cukup mahal, pastinya stroller-stoller tersebut bisa menjadi aksesoris tambahan. Benar tidak? Apalagi kalau lagi berkumpul dengan teman-teman, acara reuni atau arisan, mama A akan bilang bahwa stroller ini lagi trend. Mama B bilang, oh bagusan yang ini. Mama C nimbrung, aku juga mau beli. Waduh!

Stroller bayi

Samnaun, Swiss. Desember 2013. Stroller untuk 4 musim dipilih oleh Mami Luna karena sering berpergian ke negara-negara di Eropa.

Saat ini trend yang terjadi di Jakarta adalah mempunya stroller dengan brand yang terkenal (terutama dari Eropa dan Amerika) yang ukurannya super besar dengan harga diatas Rp 10,000,000,-. Bahkan beberapa brand menawarkan stroller dengan harga diatas Rp 20,000,000,- . Wihh.. luar biasa.. Apalagi designnya luar biasa cantik dan klasik. Jujur saja, Mami Luna juga suka 🙂

Akan tetapi, seberapa perlunya kita punya stroller mahal buat bergaya? Terkadang pameran keindahan dan kecantikan stroller-stroller tersebut hanya di depan umum. Yuk kita intip relita dibalik cerita cantik tersebut.

Stroller bayi

Tokyo, Jepang. Maret 2014. Stroller Luna dilengkapi carry cot, karena pertama saat pertama kali berpergian dia baru berumur 5 minggu.

Di area penjemputan (drop off/pick up) di sebuah mall. Seorang mama, papa dan drivernya terlihat stress, bingung bagaimana memasukkan stroller besar dan cantik mereka di bagasi mobil sedan mereka. Putar ke kanan, miringkan ke kiri. Haiyahhhh… sampai 10 menit belum selesai juga. Sementara si anaknya sudah mulai merengek dan menagis, mungkin dia lelah.

Di area parkiran, seorang mama yang membawa mobil sendiri terlihat kewalahan mengangkat stroller besar nya masuk ke bagasi karena berat. Raut wajahnya kesal dan terlihat terburu-buru. Kalau gak mahal mungkin dia lebih memilih stroller-nya di tinggal saja.

Di depan lift (elevator), sepasang suami istri mengeluh kesal, lift nya sudah 3 kali bolak-balik tapi tidak bisa masuk karena stoller bayi mereka ukurannya besar sementara lift sudah setengah terisi penuh.

Aduh, kok jadi ribet ya? Stroller kan diciptakan untuk mempermudah hidup kita, bukan mahal menyusahkan. Hidup sudah ribet, jangan ditantang untuk jadi lebih ribet. Fokus kita sebagai mama sebaiknya tercurah buat bayi-bayi dan anak-anak kita. Bukan untuk melipat stroller dan bergaya didepan umum. Berikut tips dari Mami Luna untuk mama-mama anti-mainstream dalam memilih stroller agar hidup kita lebih mudah.

Tips memilih Stroller/buggy/prem:

  1. Pilihlah stroller sesuai dengan kebutuhan kita sehari-hari
  2. Apabila dipakai juga di negara 4 musim, pastikan kelengkapan dari stroller tersebut:
    • Dilengkapi dengan pelindung hujan/salju yang biasanya dari plastik transparan.
    • Dilengkapi dengan selimut untuk musim dingin
    • Dilengkapi dengan ban outdoor (bergerigi lebih banyak dan lebih besar) dibandingkan dengan ban indoor (ukuran lebih kecil). Jadi kalau hanya ingin main ke mall gak perlu stroller dengan roda besar :p
  3. Apabila untuk dipakai dari bayi yang baru lahir, cari stroller yang dilengkapi oleh carry cot (keranjang bayi portable) yang bisa di set langsung di stroller nya. Nanti pada saat si anak sudah cukup umur, carry cot nya bisa dilepas.
  4. Pemakaian di dalam ruangan (dengan lantai bagus dan mulus) bisa memakai roda yang kecil dan di luar ruangan (permukaan tanah/batu/aspal) bisa memilih roda yang ukurannya sedang saja.
  5. Kalau hanya untuk jalan di mall: Pilih stroller yang ukurannya tidak terlalu besar. Kasih toleransi sedikit buat mama-mama lain yang bawa stroller agar bisa berbagi lift/elevator. Ingat, elevator mall adalah untuk penggunaan bersama, bukan punya pribadi.
  6. Stroller yang baik itu membantu tugas kita sebagai mama, bukan menyusahkan kita. Jadi pilihlah stroller yang kuat, langsing dan gampang tangani dan dilipat.
  7. Pilih yang bisa dipakai dalam jangka panjang, minimum sampai dengan 3 tahun atau beberapa merek ada yang bisa lebih dari 3 tahun.

    Stroller Bayi

    Pasadena, Januari 2015. Stroller masih kuat saat Luna berumur 14 bulan.

  8. Disesuaikan dengan budget. Jangan paksakan beli stroller yang harganya mahal hanya untuk terlihat keren dan gaya. Gunakan uang untuk membeli kepentingan sikecil lainnya yang lebih diperlukan.
  9. Apabila ingin membeli stroller yang size nya cukup besar, yang harus diperhatikan:
    • Bagaimana cara melipat stroller? Stroller yang baik adalah yang bisa dilipat dengan 1 tangan saja. Ini tes pertama sebelum membeli stroller. Kalau melipatnya lebih dari 2 menit, tinggalkan saja. Langsung tes stroller lain.
    • Dimana menyimpan stroller di rumah? Biasanya stroller besar, walaupun dalam kondisi terlipat tetap saja besar. Nah, kalau rumah/apartemennya kecil, mending gak usah. Mau disimpan dimana?
    • Mobilnya apa? Bicara soal stroller, mobil sangat berpengaruh dalam pembelian stroller. Kalau strollernya besar, mobilnya mini, bagasinya super mini? Mau dibawa bagaimana?
    • Punya pengemudi (driver) atau baby sitter untuk melipat stroller? Membuka stroller? Kalau bisa beli stroller besar diatas 20 juta harusnya punya sih 🙂
  10. Merk (brand). Percaya atau tidak, untuk stroller sebaiknya membeli dengan merk (brand) yang sudah terbukti ketangguhannya. Jangan karena mau hemat, malah membeli brand yang tidak dikenal. Efeknya nanti stroller cepat rusak dan harus ganti yang baru. Sehingga total uang yang dikeluarkan malah akan bertambah banyak. Sekarang sudah banyak brand-brand bagus yang harganya juga tidak terlalu mahal. Perlu diingat, beberapa brand dari Jepang walaupun brand nya bagus, kebanyakan bannya untuk dipakai di area indoor di Indonesia. Di Jepang, bisa dipakai di outdoor. Kenapa? Karena trotoar di jepang semuanya mulus tanpa cela seperti di dalam mall. Nah, bisa seperti itu di Indonesia? Jawab sendiri ya..
  11. Pilih warna yang cantik! Mama-mama, bayi kalian bukan kado yang dikasih bungkusan dengan warna tabrak lari dan dilengkapi oleh pita. It looks like “kain perca you know”. Super gak stylish! Pilih warna-warna classic yang solid agar cocok dibawa kapan saja dan untuk acara apa saja, contoh: black, navy, brown atau dengan campuran warna yang tepat merah muda dan coklat, black dengan red. Ingat, the more classic the color, the more it looks beautiful.
  12. Warna gelap akan lebih tahan lama. Merah muda lucu sih… Tapi siap-siap untuk mencuci material stroller sebulan sekali kalau mau tetap terlihat cantik dan bersih.
  13. Material kain untuk bahan stroller. Sebaiknya bagian luar adalah kanvas dan bagian tempat duduk dengan material yang lembut, empuk dan dapat menyerap keringat.
  14. Mahal itu relatif. Apaaaaaaaaaaa??? Stroller dengan kriteria diatas harganya 5 juta? Jadilah smart mama. Begini cara menghitungnya.

Rp 5,000,000/3 tahun/365hari = Rp 4566,-/hari

Kalau masih dibilang mahal, berarti kamu pelit. Buat anak sendiri dibawah Rp 5,000,-/hari kok gak mau investasi tapi mampu beli kopi di kedai kopi terkemuka yang harganya 6x lipat per sajian? Bisa ke salon? Bisa ikut arisan? :p

  1. Belilah stroller yang bergaransi. Yes, online shop lebih murah (sedikit). Tapi periksa dan tanya lagi apakah memiliki garansi resmi? Sayang kan kalau rusak, spare part-nya cukup mahal.
  2. Yang terakhir tapi sangat penting yang terkadang dilupakan oleh para mama, stroller bayi adalah investasi keselamatan bayi kita. Cari yang sudah lulus uji keselamatan.

Nah, siap berburu stoller? Good luck!

3 thoughts on “Memilih Stroller Bayi

  1. Fitri Santi says:

    Mami Luna, kamu harusnya nulis ini pas aku masih bingung nyari stroller 🙂 memang masing2 jenis stroller punya plus minus sendiri. Sampai saat ini dengan browsing sana sini aku blm merasa ada yg the best, which is semua yang kita mau ada di satu stroller. At the end tergantung kebutuhan sih. Kebetulan aku beli stroller yang persis sama dengan luna, setelah ber-bulan2 survey dan compare sana sini. Pake tabel juga, maklum mantan orang finance detail banget hehe. Untuk dikelasnya ini stroller memang juara. Di mall dan untuk travelling ringan dan tahan banting. Kemarin di australia naik turun train dan bus oke banget cuma tetep mami Isyana ngiler sama stroller mama mama cantik di sana yang rata2 ber-ban besar aka buggy. Stroller ginian enak untuk mama yang ga tinggal di jakarta tapi di tempat yang sering jalan kaki terutama di jalanan paving ato pake public transport. Baby pun lbh tenang karena ga dikit2 grunjalan di jalan yang ga rata karena ban besar lebih stabil. Trus kalo dipake belanja ke supermarket dikit2 juga bisa tinggal masukin ke basketnya yg rata2 mmg lbh besar. Ga perlu nitip stroller dan ganti keranjang belanja. Praktis. Memang untuk ngangkat berat. Tapi kalo ga pake mobil kan ga pake ngangkat2. Langsung masuk rumah 🙂 semua plus minus sepadan pada akhirnya. Intinya mama Isyana tetep droolling over those buggies. Kalo diperlukan nantinya pengen punya satu lagi yg buggy or jogger untuk se hari2 but still keeping this pram untuk trip yang perlu light pram karena ini memang kelas dan jenisnya umbrella stroller. Boros? Engga juga. Seperti kata mami luna kan ini investasi. Bukan untuk indulgence tapi lebih ke kebutuhan untuk meringankan pekerjaan. Ya kan? Ya kan? Tipsnya sih sesuaiin jenis pram (light, jogger, mountain buggy, umbrella, travel system, etc) sama kebutuhan trus survey deh mana yg the best di kelasnya dan cocok sama budget. At last mami luna thanks ya buat masukannya dulu waktu lagi nyari2 stroller. Terbukti ilmu marketingnya ngena banget sampe akhirnya pilih yang ini

    Like

    • liakurtz says:

      Hello Mama Isyana, thank you sharingnya ya. Sebelas dua belas sama Mami Luna, memang hobby nya ngiler ngeliat stroller besar tahan banting. Cuma ya itu, di Jakarta atau di Indonesia mau di pakai kemana? *LOL Jadi harus nahan diri saat memilih stroller. Transportasi umum masih belum seperti di luar sana. Trotoar masih banyak yang bolong *sedih.

      Setuju bahwa survey sangat penting. Jauh-jauh hari sebelum bayinya lahir sebaiknya sudah mulai tanya-tanya dan jalan ke toko buat pegang dan test langsung. Gak usah takut pamali lihat-lihat barang bayi karena belum 7 bulan. Haha..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s