Pacaran dengan Orang Asing

Siapa yang pernah pacaran dengan orang asing? Tunjuk tangannya! Aku ikutan deh 🙂

Sekali-sekalinya pacaran sama orang asing, eh.. langsung berjodoh. Haha.. Pacarku yang menjadi suamiku sekarang adalah orang Jerman. Kami pacaran selama 4 tahun sebelum memastikan untuk menikah. Sebenarnya saya yang waktu itu takut menikah sih hehehehe…

Pacaran dengan Orang Asing

Winter 2013, Bad Homburg Christmas Market, Germany

Dulu waktu pertama kali pacaran, agak kaget juga ternyata tidak sesuai dengan film-film Hollywood,  telenovela Maria Mercedes atau Rosalinda.  Dimana Jose Fernando sepertinya gak punya kerjaan lain selain membawakan bunga dan selalu ada saat Rosalinda menangis untuk menghiburnya. Kaget? Itulah realita.

Suami saya yang saya sudah kenal sudah hampir 10 tahun, sampai saat ini belum pernah memberikan saya bunga. Kenapa? Karena dia suka memberikan apa yang saya suka. Simple kan? Saya juga bahagia kalau diberikan sesuatu yang saya sudah idam-idamkan sejak lama. Gak usah mahal-mahal, misalnya minta di bawakan martabak Nutella Keju Bandung Raya yang ada di Jl. Fatmawati. Itu saja mata saya sudah berbinar-binar.

Dulu banyak yang bilang ke saya, agar berhati-hati berpacaran dengan orang asing. Karena reputasinya yang suka kawin cerai. Nah, coba kita tanyakan kepada diri kita sendiri, memangnya yang suka kawin cerai itu hanya orang asing? Dan bagaimana poligami yang dianggap wajar oleh sebagian kelompok di masyarakat kita?

Ada lagi yang bilang suka mabuk-mabukan. Nah waktu saya masih muda, setau saya isi diskotik atau lounge 95% isinya orang Indonesia semua. Kok sekarang orang asing yang jadi kena getahnya? Lucu sekali orang-orang itu, saya gemes kadang-kadang, pengen di gigit! Haha..  Berikut adalah mitos vs. fakta mengenai pria asing.

Mitos:

  • Orang asing itu romantis. Terutama orang kaukasia. Ya… mimpi kali. Gak semuanya kok. Dijamin!
  • Orang asing itu banyak uangnya. Ini tergantung pekerjaannya ya. Jangan silau mata. Rata-rata mereka yang bekerja di Indonesia mempunyai rumah besar di area yang elit karena diberikan fasilitas oleh perusahaan yang memberikan sponsor di Indonesia. Jadi kalau mereka kembali ke kampung halamannya ya kembali jadi orang biasa-biasa saja. Jadi niat nya jangan untuk menjadi social climber ya.
  • Suka minum minuman beralkohol. Kalau ini tergantung individunya, didikan keluarga dan lingkungan masing-masing. Kalau memang tidak terbiasa minum minuman beralkohol, maksimal minum jus segar dan sparkling atau mineral water
  • Tidak dekat dengan keluarga atau cuek dengan orang tua dan saudara. Kalau kalian percaya, artinya kalian kebanyakan nonton film Hollywood. Ini juga tergantung didikan keluarga dan bagaimana cara dia dibesarkan. Banyak sekali orang asing terutama kaukasia yang juga super sayang dengan Mama dan Papanya loh…
  • Orang asing suka wanita exotis, berkulit gelap, badan langsing. Bangga dibilang exotis? Just friendly reminder kalau wanita Indonesia itu bukan bunglon atau kadal. Ini juga selera masing-masing. Banyak sekali orang asing yang juga suka wajah yang bersahaja dan bentuk tubuh biasa-biasa saja. Jadi intinya  kesempatan para perempuan untuk mendapatkan pacar orang asing itu sama.
  • Suka jalan-jalan ke luar negeri naik business class lagi. Itu bukan jalan-jalan, itu pulang kampung namanya dan juga pergi buat business trip. Semuanya dibayarkan oleh kantor. Jadi bukan uang mereka sendiri ya.

Fakta:

  • Lebih straight forward. Jadi bagi yang tidak suka basa-basi akan merasa nyaman
  • Memberikan kesempatan kepada perempuan untuk sejajar dengan mereka dalam hal mengungkapkan pendapat.
  • Sebagian sudah punya istri dan keluarga. Terkadang saat mereka ditugaskan di negara lain, mereka tidak membawa istri dan anaknya. Jadinya mereka kesepian deh.. Well, wajar ya.. Nah sekarang jadi detektif kepo untuk memeriksa latar belakangnya. Apakah dia masih punya istri dan anak? Kalau iya, mungkin kalian hanya akan dijadikan pacar sementara atau makanan penutup, kalau masih lapar dipesan kalau sudah kenyang dilewatkan.
  • Lebih realistis dan befikiran dengan logika. Jadi kalau berantem gak usah pakai acara drama. Coba duduk bersama sambil ngopi-ngopi dan diskusikan permasalahannya.
  • Hidup bersama tanpa pernikahan adalah hal yang biasa, terutama untuk mereka yang datang dari negara-negara di bagian barat. Jangan langsung menghakimi bahwa mereka tidak berbudaya atau tidak punya agama. Lihat latar belakangnya. Karena hal tersebut dianggap wajar di masyarakat di negaranya, maka pastinya dia berfikiran bahwa hal tersebut biasa saja. Jelaskan kepada mereka bahwa hal tersebut tidak lazim di Indonesia. Kalau mereka cinta, mereka akan mengerti dan bisa menerima pendapat kamu

Perasaan memang tidak bisa bohong. Cinta bisa datang kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Bisa dengan orang lokal maupun orang asing. Yang terpenting adalah menjaga ekspektasi terhadap hubungan kita dengan pasangan kita yang bukan orang Indonesia dan juga menjaga komunikasi agar tetap lancar. Jangan berfikir mereka bisa mengerti sendiri tanpa bantuan kita. Mereka bukan Superman dan mereka juga bukan dukun yang bisa menebak pikiran kita.  Nah, ini adalah beberapa tips dari Mami Luna agar hubungan dengan pria asing bisa lebih lancar.

DOs:

  • Kenalkan perlahan-lahan kebudayaan Indonesia. Ajak makan di restaurant khas Indonesia, informasikan apa yang dapat diterima dan tidak oleh masyarakat sekitar. Misalnya: Ciuman di tempat umum itu tidak lazim dari sudut pandang budaya Indonesia.
  • Kenalkan sedikit demi sedikit keluarga kamu. Berbeda dengan orang Indonesia kebanyakan, kalau pacaran langsung dibawa ke rumah, dikenalkan ke mama, papa, adik, kakak, kakek, nenek, tante, om yang jumlahnya lebih dari 10 orang.  Selain dia akan kaget dengan banyaknya jumlah keluarga kita. Bagi mereka, pertemuan dengan orang tua adalah hal yang serius. Artinya, sudah siap-siap untuk menuju jenjang pertunangan dan pernikahan. Jangan kaget dan tersinggung kalau pacar kamu menolak diajak ke rumah. Dalami dulu hubungan kalian, kalau sudah lebih serius, baru kenalkan dengan keluarga.
  • Belajar juga mengenal keluarga dan budaya mereka. Sama seperti poin diatas, kamupun juga harus mengerti apa yang lazim atau tidak di mata dia dan keluarganya
  • Berani berkata jujur dan mengungkapkan pendapat kamu. Jangan khawatir, mereka bisa menjadi teman yang enak untuk diajak diskusi
  • Berani berkata TIDAK apabila kamu merasa tidak nyaman dengan ajakan untuk tinggal bersama dan hal-hal yang menyangkut hubungan seksual.
  • Gunakan kesempataan ini untuk belajar bahasa langsung dari sumbernya. Daripada les bahasa inggris atau jerman atau prancis mahal-mahal, belajar langsung saja. Gak perlu bayar mahal untuk belajar dari native speaker.
  • Pakai baju dan berdandan sesuai dengan acara dan kesempatan. Aura kencantikan kamu akan lebih terpancar apabila kamu lebih sering berdandan natural.

DON’Ts:

  • Memakai baju super mini sampai belahan pantat kelihatan. Baju dengan belahan rendah saat berjalan ketempat-tempat umum  dengan pacar kamu. Ingatlah, bahwa mall, restaurant padang dan pantai bukan diskotek.  Bantu perempuan Indonesia untuk lebih dihargai oleh laki-laki asing.
  • Nguber-nguber ngajak kawin. Ya ampun, malu dong! Ingat, kalau pacaran dengan orang asing, beban kita bertambah. Kita juga menjaga nama harum wanita Indonesia. Penerus Ibu kita Kartini.
  • Dandan super menor seperti mau pergi ke kawinan saat jalan bersama dengan pasangan kamu. Mau kemana mbak nyah?
  • Men-cat rambut kamu menjadi blonde. Kamu adalah kamu apa adanya. Dia suka kamu karena kamu orang Indonesia. Mana ada orang Indonesia asli rambutnya pirang.
  • Tanning berlebihan. Kulit adalah kemasan kita. Sayang kalau terpapar sinar matahari yang berlebihan hanya untuk terlihat gelap dan sexy dimatanya. Tunjukkan kamu apa adanya.
  • Minta disupport secara financial sebelum menikah. 1001 pekerjaan yang halal banyak bisa kita lakukan diluar sana. Jadi sebelum pernikahan, mereka tidak punya kewajiban untuk memberikan nafkah kepada kita. Bangga menjadi perempuan yang mandiri.

Yuk share pengalaman kamu di comment di bawah. Ingat ya.. Real Things, No Fake Stories.

8 thoughts on “Pacaran dengan Orang Asing

  1. d3d3k says:

    NiCe blog Liii!!! Soal yang fakta, dari pengalaman punya cowok bukan orang Indonesia vs cowok Indonesia asli, menurut gw cowok Indo juga sama kok, lebih logis dan straightforward dibanding kita yang cewek. Juga soal memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan. Tergantung didikan keluarga dan gimana kita memposisikan diri juga sebagai pasangan. Keep on writing!

    Like

    • liakurtz says:

      Thank you sayang! Yup, I guess your point is right. Thanks for sharing your opinion. Karena waktu gue pacaran sama orang Indonesia, maunya di treat melulu kaya raja. Hahahahaha.. Jadi kalau pas dapat yang open-minded akan lebih equal juga posisi kita sebagai perempuan yah 🙂 Semoga semakin banyak laki-laki Indonesia yang seperti itu.

      Like

  2. davehendrik says:

    no sugar coating,i love it! trust me honey, coming from somebody who is so into dessert, this is huge! Read, repost, tweet it and want to ask you to come to my show DD and talk about it! Lets! 🙂

    Like

  3. Fitri Santi says:

    Keren li, salut sama blog ini. Inspiratif dan no drama. Enak pula bacanya. Gue juga punya cita2 punya blog yang isinya sharing alias review produk terutama baby product yg seabrek itu. Karena gue merasa kebantu banget sama review orang2 di luar sana dan pengen membantu mama mama (baru) lainnya. Mudah2an aku bisa ngikutin jejakmu cepet kesampean bikin blog. Sukses terus mami luna 😘

    Like

    • liakurtz says:

      Thank you Mama Isyana!!! Semangat! Nanti kalo udah di sana dengan produk yang lebih bervariasi bisa mereview produk-produk bayi untuk membantu mama-mama di Indonesia lebih menjadi pintar dalam memilih produk 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s