Berpergian dengan Bayi yang Baru Lahir

Sebelum Luna lahir, saya dan Papi nya memang sudah jauh berencana untuk mengajak Luna melihat Oma dan Opa-nya di Jerman. Selain berniat mempertemukan Luna dengan Oma dan Opa-nya yang sudah tidak mudah untuk melakukan perjalanan jauh melihat Luna di Indonesia, saya juga bisa tinggal di Jerman lumayan lama untuk menghabiskan waktu cuti hamil yang saya dapatkan dari perusahaan tempat saya bekerja. Reaksi orang-orang sekitar saya waktu itu? Heboh! Panik! Dengan komen-komen seperti:

  • Memang boleh bayi 5 minggu diajak berpergian jarak jauh?
  • Aduh, masih kecil, kasihan.
  • Nanti nangis di pesawat, kan gak enak sama orang lain?
  • Nanti kalau telinganya sakit bagaimana?
  • Repot kan? Bawa baby sitter?
Berpergian dengan bayi yang baru lahir

Luna berumur 5 minggu saat pertama kali berpergian jarak jauh.

Bayi siapa, yang heboh siapa? Pastinya sebagai orang tua, kita selalu ingin yang terbaik buat anak-anak kita. Artinya kalau sampai orang tuanya sudah memutuskan untuk mengajak sang bayi untuk berpergian, mereka sudah mempersiapkan secara matang hal-hal yang diperlukan.

Yuk kita lihat bersama apakah pernyataan-pernyataan diatas masuk akal atau tidak.

Continue reading

Memilih Stroller Bayi

Sebagai mama-mama stylish, baik yang mainstream dan anti-mainstream, pasti topik pemilihan stroller sangatlah penting. Tanpa kita sadari saat ini stroller adalah salah satu perlengkapan bayi yang bisa menunjukkan status sosial seorang mama. Selain bisa menunjukkan bahwa bisa membeli stroller dengan harga yang cukup mahal, pastinya stroller-stoller tersebut bisa menjadi aksesoris tambahan. Benar tidak? Apalagi kalau lagi berkumpul dengan teman-teman, acara reuni atau arisan, mama A akan bilang bahwa stroller ini lagi trend. Mama B bilang, oh bagusan yang ini. Mama C nimbrung, aku juga mau beli. Waduh!

Stroller bayi

Samnaun, Swiss. Desember 2013. Stroller untuk 4 musim dipilih oleh Mami Luna karena sering berpergian ke negara-negara di Eropa.

Saat ini trend yang terjadi di Jakarta adalah mempunya stroller dengan brand yang terkenal (terutama dari Eropa dan Amerika) yang ukurannya super besar dengan harga diatas Rp 10,000,000,-. Bahkan beberapa brand menawarkan stroller dengan harga diatas Rp 20,000,000,- . Wihh.. luar biasa.. Apalagi designnya luar biasa cantik dan klasik. Jujur saja, Mami Luna juga suka 🙂

Akan tetapi, seberapa perlunya kita punya stroller mahal buat bergaya? Terkadang pameran keindahan dan kecantikan stroller-stroller tersebut hanya di depan umum. Yuk kita intip relita dibalik cerita cantik tersebut.

Continue reading

Pacaran dengan Orang Asing

Siapa yang pernah pacaran dengan orang asing? Tunjuk tangannya! Aku ikutan deh 🙂

Sekali-sekalinya pacaran sama orang asing, eh.. langsung berjodoh. Haha.. Pacarku yang menjadi suamiku sekarang adalah orang Jerman. Kami pacaran selama 4 tahun sebelum memastikan untuk menikah. Sebenarnya saya yang waktu itu takut menikah sih hehehehe…

Pacaran dengan Orang Asing

Winter 2013, Bad Homburg Christmas Market, Germany

Dulu waktu pertama kali pacaran, agak kaget juga ternyata tidak sesuai dengan film-film Hollywood,  telenovela Maria Mercedes atau Rosalinda.  Dimana Jose Fernando sepertinya gak punya kerjaan lain selain membawakan bunga dan selalu ada saat Rosalinda menangis untuk menghiburnya. Kaget? Itulah realita.

Continue reading

Pacaran dengan Duda Punya Anak

Beberapa tahun yang lalu, saat saya mulai dekat dengan Papi-nya Luna, saya mulai mengenal anak tiri saya sekarang, Julia. Dia blasteran Jerman dan Jepang dan tinggal bersama dengan Ibu-nya di Tokyo. Umurnya masih sangat muda, sekitar 5 tahun. Rambutnya panjang, pintar, cantik dan sedikit pemalu.

DSC00595Seingat saya, saya bukanlah tipe yang terlalu suka anak kecil apalagi anak bayi. Karena mereka suka nangis tanpa alasan, suka manja, suka cari perhatian. Tapi memang ada beberapa anak-anak yang memang menarik perhatian saya dan membuat saya betah berlama-lama. Salah satunya Julia. Si cantik Julia memang terkadang tidak mudah. Terkadang menangis di tempat umum karena Papi nya tidak menuruti kehendaknya. Buat saya yang waktu itu masih single dan tidak punya anak, kaget juga ya. Pikir saya, ohhhh.. begini rasanya kalau punya anak.

Continue reading